assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Rabu, 30 Januari 2013

Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.

DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.

DATA FLOW DIAGRAM
Data Flow Diagram adalah simbol-simbol yang menjelaskan proses sumber-sumber data, arus data dan entitas dalam sebuah sistem

Simbol Data Flow Diagram (DFD)

Menurut Jogiyanto HM dalam buku yang berjudul Analisis & Desain Sistem Informasi simbol yang digunakan Data Flow Diagram (DFD) yaitu :

1.  External Entity (kesatuan luar) atau Boundary (batas sistem)
Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
 
2.  Data Flow (arus data)
Data flow (arus data) di DFD diberi simbol suatu anak panah. Arus data ini mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukkan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

3.  Process (proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Untuk physical data flow diagram (PDFD), proses dapat dilakukan oleh orang, mesin atau komputer, sedangkan untuk logical data flow diagram (LDFD), suatu proses hanya menunjukkan proses dari komputer. Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul.
 
DFD digunakan untuk merancang arus data sistem. DFD dibagi menjadi tiga yaitu:
1.Context Diagram 
2.Zero Diagram 
3.Detail Diagram.

Flowchart proses transaksi formulir Diva Cafe  :



DFD Context Diagram
Pertama saya akan membuat diagram konteksnya dari flowchart di atas. Beberapa data yang diberikan pembeli kepada kasir yaitu :
1. Makanan yang ditanyakan
2. Makanan yang akan dibeli
3. Uang pembayaran
 
Kemungkian informasi yang diberikan kasir kepada pembeli adalah : 
1. keadaan barang yang ditanyakan
2.jumlah uang yang harus dibayar. Sedangkan informasi yang diberikan kasir kepada Pemilik adalah Laporan keuangan. DFD Diagram Konteksnya seperti ini:


DFD Zero Diagram

Tujuannya untuk memerinci sebuah system yang lebih jelas dari Diagram Konteks. Elemen-elemen yang ada di  yaitu:
(1) barang, (2) pengelola, (3)pembeli, (4) fasilitas.
Jika salah satu objek tersebut tidak ada, maka tidak akan berjalan sempurna dalam pembuatan diagram nol nya.

Susunan diagram nol diatas adalah :
Pembeli datang, ada 2 kemungkinan yang akan dilakukan pembeli yaitu, bertanya menu makanan yang akan dibelinya, ia memesan makanan yang akan dibelinya, dan memanggil kasir untuk menghitung berapa makanan yang harus dibayar.




DFD Diagram Detail / Level

Yaitu diagram yang memperinci lagi dari proses yang ada di diagram nol diatas. DFD nya yaitu :

 


sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Data_flow_diagram
http://rafelilham.blogspot.com/2012/12/data-flow-diagram.html